ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1996: HARIAN YOGYA POS

PESAN PENDIDIKAN DARI RADIO INDONESIA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Jun 2010

Abstract

      Bila saja  perjalanan sejarah lima puluh satu tahun yang lalu, atau tepatnya tanggal 11 September 1945, bisa diputar ulang lagi maka hari ini kita akan menyaksikan kegembiraan dan kebahagiaan yang sangat dalam dengan berdirinya sebuah radio kebangsaan rakyat Indonesia; Radio Republik Indonesia (RRI).RRI memang merupakan perwujudan dari radio rakyat,  radio kebangsaan,  radio perjuangan, dan entah apa lagi sebutannya.       Ya ...,  RRI berdiri tanggal 11 September 1945  hanya dua puluh lima hari setelah bangsa kita menyatakan kemerdekaannya. Apabila momentum proklamasi kemerdekaan merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia pada saat itu maka berdirinya RRI juga merupakan puncak perjuangan putra-putra bangsa di bidang keradioan; kalau pro-klamasi merupakan pintu gerbang kemerdekaan maka berdirinya RRI merupakan pintu depan informasi. Kiasan kalimat ini menggambarkan demikian pentingnya suatu bangsa memiliki pemancar radio rakyat, radio kebangsaan dan radio perjuangan.       Memang,  apabila kita runut secara historis berdirinya RRI  yang mengawali berkembangnya radio Indonesia (RRI dan nonRRI) pada umumnya ternyata harus  melalui berbagai tahapan perjuangan yang cukup melelahkan; bukan hanya perjuangan ideologis, akan tetapi juga perjuangan fisik.         Perintisan berdirinya RRI  memang sudah dimulai  belasan tahun sebelumnya sejak pemerintah kolonial Belanda masih mencengkeramkan kuku-kukunya di bumi pertiwi ini.  Dengan begitu sangat mudah dibayangkan bila masa perintisan RRI pun tidak luput dari perjuangan fisik; bagaimana putra-putra kita harus melindungi peralatan pemancar dari rampasan musuh,  bagaimana mereka harus menyembunyikan alat-alat penting ketika ada "kunjungan" tentara kolonial, bagaimana mereka harus mempertahankan idealisme secara fisik, dsb.

Copyrights © 1996