ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT

SUDAH SAATNYA EBTANAS DIHAPUS

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 May 2010

Abstract

       Baru saja  saya diminta untuk memberikan presentasi  di hadapan para pengambil keputusan di departemen pendidikan tentang berbagai isu pendidikan yang sedang aktual di masyarakat,  salah satunya ialah tentang pelaksanaan Ebtanas di sekolah. Seperti yang kita ketahui ber-sama bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini pemerintah mengaplikasi sistem Ebtanas untuk menyelenggarakan evaluasi belajar terhadap siswa SD, SLTP, SMU dan SMK.       Dalam kesempatan tersebut  saya sampaikan pendapat dan usulan yang sangat jelas bahwa sudah waktunya Ebtanas di SD, SLTP, SMU dan SMK segera diakhiri.  Penyelenggaraan Ebtanas seyogyanya tidak diperpanjang lagi sebelum nantinya timbul problematika edukasional pada umumnya dan problematika evaluasional pada khususnya yang lebih kompleks.       Bahwa konsepsi Ebtanas itu sangat konstruktif,  yaitu  menyamakan dan meningkatkan kualitas sekolah yang sederajat dan sejenis, kiranya memang tidak dapat dipungkiri;  namun demikian di tingkat operasional ternyata pelaksanaannya amat destruktif.  Dampak negatif Ebtanas sudah melampaui batas-batas toleransi edukatif.      Dasar pemikiran atas usulan menghapus Ebtanas tersebut tentunya  lebih pada aspek akademis  namun di sisi yang lain argumentasi politis pun tidak jelek dipertimbangkan.  Ilustrasi konkretnya sbb: seandainya saja sekolah-sekolah swasta (besar) seperti Tamansiswa, Muhammadiyah, Katolik, dsb,  merasa keberatan untuk mengikuti Ebtanas dan menarik diri dari kegiatan evaluasi belajar tersebut dan siap menanggung risiko, misalnya tidak lagi memakai STTB versi Depdikbud bagi lulusannya, hal itu akan menambah kompleksitas pendidikan di negara kita. Tentu hal ini mutlak perlu dipertimbangkan oleh karena di era reformasi sekarang ini sesuatu yang dulunya dianggap tidak mungkin menjadi sangat mungkin terjadi.

Copyrights © 1998