ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005

MODALNYA PERHIASAN MILIK ISTRI

Suyanto, Mohammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Nov 2009

Abstract

 Perhiasan merupakan benda yang dipakai sebagai hiasan. Perhiasan yang dipakai istri kita dapat berupa kalung, cincin atau anting-anting. Perhiasan tersebut biasanya bahannya terbuat dari emas.  Istri memperoleh perhiasan tersebut dari mahar (emas kawin) ketika menikah atau dari pemberian orang tuanya atau hadiah dari sang suami tersayang. Perhiasan merupakan modalm yang dapat digunakan untuk memulai bisnis. Haji Ate Tohi dari Desa Sukagerang Garut memulai bisnisnya dari modal kalung, gelang dan anting-anting milik istrinya. ?Saya merayu istri saya agar merelakan  kalung, gelang dan anting-anting untuk modal. Saya sebenarnya malu untuk mengungkapkan, karena perhiasan tersebut saya berikan untuk istri saya, tidak dijual untuk modal? kata Ate Tohi. Meskipun mertuanya sebagai pengusaha kulit yang cukup kaya tetapi ia malu untuk meminta modal dari mertuanya. Dengan modal perhiasan  tersebut ia memulai bisnis dalam bidang perkulitan, karena mendapat dorongan dari teman dan keluarganya secara tidak sengaja. Ate Tohi sejak muda telah memahami seluk beluk kulit dari kakaknya sebagai penyamak kulit. Strategi yang dilakukan pada awalnya adalah mengikuti pameran di Jakarta pada 1990-an dengan menumpang pada stand milik kawannya, karena belum mampu menyewa stand sendiri. Setelah pameran tersebut, mulai banyak pelanggan yang datang ke tempat Ate Tohi, bahkan banyak pelanggannya dari orang asing. Pada saat krisis justru perusahaannya mendapat keuntungan besar. Bahkan industri mengalami booming saat terjadinya krisis, karena nilai dolar melonjak tajam, $US 1  menembus angka Rp.16.000,-. Ia mengubah pangsa pasar 80 % local menjadi ekspor. Strategi lain yang membuat ia sukses adalah strategi dalam mengelola keuangan. Ia menggunakan prinsip yang dipakai etnis Tionghoa, yaitu selalu mengendalikan pengeluaran paling banyak 50 % dari keuntungan.  Saat ini perusahaan Ate Tohi yang didirikan lebih dari 15 tahun yang lalu telah mempunyai omset lebih dari Rp. 5 milyar perbulan dan telah melakukan ekspor mempunyai karyawan lebih dari 500 orang. Pabrik penyamakan kulit dari Ate Tohi telah berkembang menjadi 2,4 hektar dan akan dikembangkan dengan produksi dua kali lipat. Ia melakukan investasi tersebut, karena ia memandang bahwa bisnis kulit masa depannya cerah dan pasarnya luas.             Demikian juga yang saya alami. ?Saya meneteskan air mata  ketika menjual cincin 2 gram yang bertuliskan M.Suyanto?  kata istri saya pada saat menjual cincin emas kawin kami di toko emas, sehingga saat ini kami tidak mempunyai cincin kawin. Cincin itu untuk mengatasi kesulitan dalam mengarungi bisnis yang hasilnya belum menentu. Memang untuk memulai bisnis, istri kita harus berkorban. Perhiasan milik istri sebagai modal yang mengagumkan. Semoga Allah membalasnya.

Copyrights © 2005