Pada akhir tahun 1986 yang silam Mendikbud, Prof. Dr. Fuad Hassan pernah mengemukakan bahwa mulai awal tahun Pelita kelima nanti potensi daerah akan dikembangkan melalui 'muatan lokal' (ML) yang akan diintegrasikan dalam kurikulum sekolah dasar dan menengah. Yang dimaksud dengan ML adalah merupakan mata kelompok pelajaran dalam strktur kurikulum yang oleh suatu daerah dianggap sesuai dengan kehidupan masyarakat setempat. Jadi ML merupakan karakteristik atau kekhasan yang dimiliki oleh masing- masing daerah. ML bukan saja terdiri dari berbagai keterampilan dan kerajinan tradisional, tetapi juga berbagai manifestasi kebudayaan daerah yang bersanglutan;misalnya saja bahasa, tulisan daerah, legenda dan istiadat, dsb..lh8 Latar belakang munculnya gagasan ML adalah adanya semacam kekhawatiran tentang cukup banyaknya putra-putra daerah yang sesungguhnya memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi daerah akan tetapi enggan melakukannya. Keengganan ini disebabkan tidak dimilikinya pengetahuan yang menyeluruh tentang potensi yang dimiliki daerahnya itu sendiri, apalagi skill untuk mengembangkannya. Kalau keadaan itu dibiarkan terus berlanjut maka dikhawatirkan potensi yang sekaligus merupakan kekhasan daerah tidak berkembang, bahkan akan meluruh. Berdasarkan adanya semacam kekhawatiran tersebut diatas, juga ada beberapa faktor lain yang ikut melatarbelakanginya, maka dari itu ML perlu diintegrasikan dalam kurikulum. Sedang alokasi yang disediakan untuk ML direncanakan boleh mencapai angka 20% dari keseluruhan beban kurikulum.
Copyrights © 1987