ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT

SISTEM SELEKSI MASUK PERGURUAN TINGGI

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 May 2010

Abstract

Menyusun instrumen atau materi testing perguruan tinggi  bukanlah pekerjaan yang gampang;  oleh karena itu kiranya wajar saja kalau sampai saat ini masih ada perguruan tinggi, PTS maupun PTN, yang belum berani menegakkan kemandirian dalam mengembangkan sistem seleksi terhadap kandidat mahasiswa barunya.  Sampai kini masih ada PTN yang masih bergantung pada instansi lain untuk dapat menyeleksi kandidat mahasiswa baru;  dan apalagi PTS,  masih banyak PTS yang juga bergantung pada instansi lain termasuk PTN dalam mengembang-kan instrumentasinya.       Secara metodologis ada empat persyaratan yang diperlukan untuk membuat materi tes sebagai bagian dari sistem seleksi di perguruan tinggi.  Adapun keempat persyatan yang dimaksud ialah sbb:  (1) pre-diction effektiveness, (2) economic effectiveness, (3) teaching-learning incentive dan (4) equity.       Persyaratan yang pertama, prediction effectiveness, dimaksudkan sebagai seberapa akurat materi tes dapat membedakan kandidat yang probabilitas keberhasilannya adalah besar dengan kandidat lain yang probabilitas keberhasilannya adalah kecil seandainya mereka diberi kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi. Lain kata, seberapa tepat keputusan seleksi menerima kandidat yang berpotensi tinggi dan menolak kandidat yang berpotensi rendah.  Materi tes haruslah benar-benar bisa menyaring kandidat yang potensi akademiknya tinggi.       Persyaratan kedua, economic effectiveness, lebih menunjuk pada pertimbangan "economic gain".  Dalam bahasa yang sederhana dana atau anggaran yang dialokasikan untuk menopang kepentingan sistem  haruslah sepadan dengan kecermatan prediksi yang diperoleh. Jangan membuang uang banyak untuk materi tes yang kurang valid di dalam penyusunan dan pelaksanannya.

Copyrights © 1997