ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

POTENSI RRI MASIH DAPAT DITINGKATKAN DI SEGALA BIDANG

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Jun 2010

Abstract

"Usaha pentrapan aspek-aspek inovasi ini bukanlah hanya sekedar merupakan konsekuensi logis dari pada pendidikan yang berorientasi pada kemajuan jaman, tetapi juga karena approach tradisional dan konvensional tak lagi menanggulangi masalah yang bertambah lama bertambah rumit. Salah satu diantara aspek-aspek inovasi itu ialah penggunaan siaran (broadcasting) dalam pendidikan. Telah lama diidentifikasikan bahwa broadcasting memiliki  potensi yang hebat jika penggunaannya teratur dan terarah.Sudah masanya kini kita menjelajahi kemungkinan dan potensi broadcasting itu dalam dunia pendidikan kita".                                                                                                                                         ( Menteri P & K, 1972 )       Hari ulang tahun Radio Republik Indonesia (RRI) tiba kembali, dan pada tanggal 11 September 1984 ini usia RRI sudah mencapai 39 tahun. Usia ini hanya terpaut beberapa minggu atau bahkan hanya beberapa hari saja dibanding dengan usia kemerdekaan negara kita.       Kalau dibuat suatu diagram  tentang frekuensi  masyarakat dalam mendengarkan siaran RRI tentu akan kita temui suatu grafik yang ber-jalan naik dan turun dalam tiap-tiap periode.  Ini menandakan bahwa suatu saat masyarakat sangat berminat untuk mengikuti acara-acara yang disajikan oleh RRI,  di saat yang lain menjadi acuh tak acuh dan di saat yang lain lagi justru menjadi akan bosan sehingga mereka tidak segan-segan untuk memutar tombol potensio radionya ke posisi 'off',  atau menggantikannya dengan gelombang yang lain.       Pada tahun-tahun awal masa kemerdekaan dulu tentu  siaran RRI banyak diikuti bahkan digandrungi masyarakat,  di samping karena relevansi dan kualitas informasi yang sangat meyakinkan di saat itu juga karena relatif belum banyaknya media massa baik yang bersifat cetak, auditif dan visual sebagai pusat informasi.

Copyrights © 1984