Pada awal November tahun 1999 yang lalu oleh Ketua Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (BPPN) saya diminta memberikan presentasi mengenai kinerja pendidikan nasional dalam hubungannya dengan pembangunan manusia di hadapan sidang pleno badan terse-but. Selanjutnya dengan satu paper yang berjudul 'Analisis Human Development Index (HDI) Tahun 1999 United Nations Development Programme (UNDP)' saya presentasikan hasil analisis yang data dasarnya diambil dari laporan UNDP yang paling mutakhir. Sebanyak 174 negara anggota PBB menjadi populasi penelitian kepustakaan ini. Adapun salah satu kesimpulan yang menarik adalah terdapatnya korelasi yang positif antara besarnya anggaran pendidikan suatu negara dengan keberhasilan pembangunan manusia di negara yang bersangkutan. Secara statistik koefisien korelasinya sebesar 0,422 dengan predikat sangat signifikan. Apakah maknanya angka statistik tersebut? Maknanya ialah, secara empirik terbuktikan bahwa secara umum makin tinggi suatu negara mengalokasi anggaran pendidikan maka semakin berhasil ne-gara tersebut dalam menjalankan program pembangunan manusianya; sebaliknya makin rendah suatu negara mengalokasi anggaran pendidikan maka semakin gagal negara tersebut dalam menjalankan pro-gram pembangunan manusianya. Ilustrasi konkritnya bisa dilihat pada sepuluh negara terbaik dalam hal pembangunan manusia seperti Canada, Norwegia, Amerika Serikat, Swedia, Belanda, Inggris, dan Australia yang masing-ma-sing telah mengalokasi anggaran pendidikan di atas 5 persen dari GNP. Demikian pula yang sebaliknya, sepuluh negara terjelek dalam hal pembangunan manusia seperti Mali, Eritrea, Burundi, dan Burkina Faso ternyata masing-masing mengalokasi anggaran pendidikan kurang 4 persen dari GNP. Bahkan Mali dan Eritrea masing-masing hanya mengalokasi anggaran pendidikan sebesar 2,2 dan 1,8 persen dari GNP.
Copyrights © 2000