Kemajuan suatu bangsa dapat ditolok-ukuri dengan kebiasaan dan budaya masyarakatnya. Bangsa yang maju adalah bangsa yang masyarakatnya mempunyai kebiasaan dan budaya yang komunikatif, inovatif, dan terbuka terhadap budaya "manca" meskipun tidak semua budaya "manca" yang datang pasti diterimanya. Apabila dilihat dari dimensi kebiasaan dan budaya maka terdapat empat kelompok masyarakat yang memberikan cerminan terhadap kemajuan bangsanya; masing-masing adalah masyarakat tradisional, masyarakat membaca, masyarakat menulis, dan masyarakat meneliti. Di dalam masyarakat tradisional maka kebiasaan membaca, menulis dan meneliti tidak nampak sama sekali. Jadi meskipun ada sekelompok orang yang sebenarnya sudah dapat membaca dan menulis, akan tetapi karena mereka tidak pernah membaca, menulis dan meneliti, maka tidaklah terlalu salah mendudukkan kelompok orang tersebut dalam kelompok masyarakat tradisional. Dalam dunia perguruan tinggi ada "joke": terhadap dosen yang tidak memiliki kebiasaan membaca, menulis dan apalagi meneliti, maka kepadanya dihadiahi gelar sebagai "dosen tradisional".
Copyrights © 1988