Baru-baru ini Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia, Anne D. Grimes, menginformasikan bahwa Presiden Obama berkeinginan untuk meningkatkan jumlah pelajar dan mahasiswa Indonesia yang belajar di AS menjadi dua kali lipat. Hal ini menjadi kebijakan pendi-dikan AS terhadap Indonesia. Apakah kebijakan pendidikan tersebut ditentukan secara emosional mengingat pada masa kecilnya Obama pernah bersekolah di SD Negeri 01 Menteng Jakarta? Unsur emosional seperti itu mungkin saja ada akan tetapi tentu tidak sepenuhnya. Kalau kita lihat sejarah; Obama adalah seorang intelektual dan akade-misi sekaligus. Obama adalah alumni Columbia University dan Harvard University yang sebelum menjadi presiden AS sempat berpraktek sebagai pengacara dan dosen ilmu hukum di University of Chicago. Dengan latar belakang seperti ini diperkirakan kebijakan pendidikan AS terhadap Indo-nesia tersebut ada pertimbangan mutualistik didalamnya.
Copyrights © 2009