ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1991: HARIAN BALI POS

KASUS "BABY-BOOM" DAN DAMPAKNYA BAGI DUNIA PENDIDIKAN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jul 2010

Abstract

"Baby-boom"; itulah istilah klasik yang beberapa tahun lalu sempat populer di Amerika Serikat (AS). Istilah itu sendiri mengandung arti terjadinya peledakan kelahiran (bayi) di dalam kurun waktu tertentu pada suatu tempat tertentu. Istilah klasik tersebut sempat populer di AS oleh karena negara tersebut secara empirik memang pernah mengalaminya. Terjadinya "baby-boom" di AS pada tahun 40-an se-telah usai Perang Dunia ke-2 serta tahun 1960-an setelah selesai Perang Vietnam. Peristiwanya sederhana: sekemba-linya para tentara dari medan perang yang nota bene lama berpisah dengan isteri segera memulai (kembali) kegiatan "reproduksi"-nya. Akibatnya: beberapa bulan kemudian ter jadi kelahiran (bayi) dalam jumlah yang relatif tinggi; hal ini disebabkan karena aktivitas reproduksi tersebut terjadi pada kurun waktu yang sama atau bersamaan. Apakah peristiwa "baby-boom" tersebut ada hubung-annya dengan gejala pendidikan? Atau, apakah "baby-boom" memberikan dampak tertentu bagi dunia pendidikan? Mari-lah kita bersama-sama mencoba menganalisisnya. Secara langsung ataupun tidak langsung peristiwa "baby-boom" tersebut berkaitan dengan dunia pendidikan. Peledakan kelahiran, apalagi di negara maju, pada saat-nya menuntut sarana dan fasilitas pendidikan. Pada waktu bayi-bayi tersebut tumbuh menjadi anak-anak usia sekolah maka mau tak mau pemerintah harus menyediakan sarana dan fasilitas pendidikan baginya; kelas-kelas baru dibuka, guru ditambah, buku dilengkapi, dsb. Hal inipun terjadi ketika bayi-bayi tersebut menginjak usia universitas.

Copyrights © 1991