Mulai awal tahun Pelita kelima nanti potensi daerah akan dikembangkan melalui "muatan lokal" yang terintegrasi kan dalam kurikulum sekolah dasar dan menengah. Demikian dikemukakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Fuad Hassan, seusai melantik Rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS) beberapa hari yang lalu. Yang dimaksud dengan "muatan lokal" ialah merupakan kelompok mata pelajaran dalam struktur kerikulum yang oleh suatu daerah dianggap sesuai dengan kehidupan masyarakat setempat. Dengan demikian para pelajar dari masing-masing daerah akan mempunyai kesempatan yang terstruktur serta terorganisir dalam mempelajari potensi daerahnya. Berangkat dari konsep Mendikbud tersebut maka sekolah-sekolah yang berlokasi di daerah pertanian akan diberi kelompok pelajaran "kepertanian"; sekolah yang berlokasi di daerah pantai diberi kelompok pelajaran "kepariwisataan"; dsb. Ini semua merupakan manifestasi po-tensi daerah yang dikembangkan melalui "muatan lokal" yang terintegrasikan dalam kurikulum. Lebih lanjut direncanakan porsi dari "muatan lokal" ini nantinya sekitar 25% dari beban kurikulum secara keseluruhan.
Copyrights © 1987