ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

MUSIBAH KEBOCORAN SOAL-SOAL EBTANAS

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 May 2010

Abstract

Dikarenakan ulah sekelompok oknum yang tak bertanggungjawab maka hancurlah reputasi akademik Yogyakarta.  Kebocoran soal-soal Ebtanas di SMU, khususnya bidang studi Bahasa Inggris, benar-benar telah meluluhlantakkan nama baik Yogyakarta yang dibangun selama bertahun-tahun.  Ini benar-benar suatu musibah yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.       Mengapa hal itu bisa terjadi?  Ya,  karena Ebtanas adalah sistem; dan sistem secanggih apapun tetap mengandung kelemahan. Dan salah satu bentuk kelemahan Ebtanas adalah kebocoran. Jadi, sesungguhnya kebocoran Ebtanas bukanlah sesuatu yang aneh dan ajaib; meski hal ini tidak dimaksudkan sebagai "excuse". Kebocoran Ebtanas merupakan hal yang lumrah; meski tetap saja musibah.       Apalagi, semenjak beberapa tahun yang terakhir ini sistem Ebtanas mulai  dikembangkan dari sentralisasi menjadi desentralisasi yang lebih rawan terhadap bahaya kebocoran.  Di dalam sistem sentralisasi maka proses instrumentasi dari pembuatan soal sampai penggandaan dilakukan oleh Jakarta, dalam hal ini Balitbang Depdikbud. Jadi katup kebocoran hanya ada satu di Jakarta.  Sekarang,  dalam sistem desen-tralisasi materi soal digandakan di daerah sehingga katup kebocoran bertambah banyak.        Lepas dari itu semua bocornya soal-soal Ebtanas memang banyak membawa kerugian; baik bagi pemerintah, sekolah, maupun masyarakat khususnya siswa dan orang tua siswa.  Secara material beaya yang diperlukan untuk mengulang Ebtanas tentu tidak kecil,  bisa jadi justru lebih banyak daripada beaya Ebtanas awalnya karena penyelenggaraan Ebtanas ulangan memerlukan keamanan yang lebih ketat. Kerugian nonmaterial dirasakan oleh banyak orang saat ini;  banyak siswa yang tidak konsentrasi belajar, orangtua tidak tenang, pejabat tidak nyenyak tidur, dsb. Itu semua adalah bentuk kerugian nonmaterial.

Copyrights © 1999