Seorang mahasiswa datang ke pusat informasi untuk mencari data mengenai jumlah tempat ibadah serta jumlah pelacur (wanita tuna susila) pada suatu kota. Data yang didapatkan menyatakan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir jumlah tempat ibadah senantiasa meningkat, sementara itu jumlah pelacurnya pun juga meningkat. Mahasiswa yang rupanya sedang demam statistik itu segera memasukkan data yang diperolehnya ke dalam rumus statistik 'Korelasi Product Moment', suatu formula kuan-titatif untuk mengetahui efektivitas serta signifikansi hubungan antar fenomena (variabel). Hasil yang diperoleh menyatakan terdapatnya hubungan positif yang signifikan antara banyaknya tempat ibadah dengan banyaknya pelacur di kota tersebut. Artinya, semakin banyak tempat ibadah semakin banyak pula wanita yang berprofesi pelacur. Sampai di sana kesimpulannya masih benar; tetapi kemudian ada sesuatu yang kurang benar ketika mahasiswa tersebut mencoba membuat konklusi kualitatif yang menya-takan bahwa munculnya pelacur dikarenakan munculnya tem-pat-tempat ibadah, atau dengan bahasa lain tempat ibadah lah yang membuat seseorang menjadi pelacur.
Copyrights © 1993