Tanggal 15 s/d 17 Februari 2000 ini para menteri pendidikan negara-negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam forum South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) berkum-pul di Denpasar, Bali di dalam konferensi SEAMEO Council. Dalam pertemuan ini diharapkan hadir seluruh menteri pendidikan dari kesepuluh negara ASEAN; masing-masing ialah Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Meskipun konferensi SEAMEO Council tersebut di atas sudah menjadi kegiatan yang rutin akan tetapi konferensi yang diadakan di Indonesia tahun ini dianggap sangat strategis karena merupakan pembuka pintu Milenium Ke-3 bagi menteri-menteri pendidikan di negara-negara ASEAN. Mengapa Milenium Ke-3 menjadi penting? Karena pendidikan di Milenium Ke-3 akan menghadapi kompleksitas baru dan berbagai problematika yang mendesak. Problematika pendidikan yang muncul di Milenium Ke-3 ini tidak saja menuntut penyelesaian yang cepat dan akurat akan tetapi juga menuntut penyelesaian secara bersama antara kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok masyarakat yang lainnya. Di dalam rangka menggalang kebersamaan inilah maka pertemuan antarmenteri pendidikan di negara-negara ASEAN menjadi sangat strategis. Konferensi SEAMEO Council kali ini tidak saja penting bagi para anggota SEAMEO itu sendiri, yaitu negara-negara di ASEAN, tetapi juga sangat penting bagi negara-negara lain pada umumnya. Itulah sebabnya beberapa negara di luar SEAMEO sangat berminat hadir di dalam pertemuan, sekalipun statusnya sekedar "peninjau". Adapun negara-negara yang dimaksud adalah Australia, Selandia Baru, Kanada, Jerman, Perancis, Norwegia dan Belanda.
Copyrights © 2000