ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1999: HARIAN KOMPAS

BENAHI PENDIDIKAN NASIONAL

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 May 2010

Abstract

       Sebagai anggota masyarakat  yang baru belajar berdemokrasi  secara benar tentu kita saja semua wajib mengucapkan selamat atas terpilihnya KH Abdurrahman Wahid  sebagai presiden RI yang Ke-4 periode 1999-2004.  Ucapan yang sama juga perlu diberikan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai wakil presiden. Dengan ucapan tersebut semoga duet antara  KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dengan Ibu Megawati Soekarnoputri atau Mbak Mega dapat lebih bersemangat di dalam mengabdikan diri bagi negara dan sekaligus memimpin bangsa Indonesia.       Ada dua hal yang sangat menarik bagi saya  ketika Gus Dur menyampaikan pernyataan sebelum terpilih menjadi presiden; yaitu apabila beliau terpilih menjadi presiden akan memilih menteri berda-sarkan pertimbangan kemampuan atau profesionalisme bukan lebih dipertimbangkan secara politis.  Untuk itu yang kedua,  NU hanya akan diberi jatah tiga menteri saja,  salah satu diantaranya adalah menteri pendidikan.       Pemilihan anggota kabinet yang lebih didasarkan kemampuan tersebut membuktikan bahwa Gus Dur adalah sosok yang mempunyai komitmen dan visi ke depan.  Kiranya hal ini mendapat dukungan masyarakat, khususnya para intelektual dan para profesional.       Memang tidak mungkin Gus Dur dan Mbak Mega  sama sekali mengesampingkan pertimbangan politis di dalam menentukan anggota kabinetnya; tetapi pertimbangan politis yang berlebihan hanya akan menghasilkan para menteri kelas dua, tiga, atau bahkan kelas lima. Pendeknya adalah "not number one people" atau bukan orang yang tepat. Kalau negara ini diurusi oleh bukan orang-orang yang tepat maka kita akan sulit mengatasi krisis. Kita akan semakin terpuruk.

Copyrights © 1999