Di dalam suatu diskusi kependidikan yang melibatkan secara langsung para praktisi dan pakar pendidikan di Yogyakarta baru-baru ini berkesimpulan bahwa kita harus menyadari dan mengakui tentang jeleknya kinerja pendidikan nasional. Dengan mengacu pada berbagai publikasi internasional seperti UNDP, WEF, IMD, PERC, ADB, AsiaWeek, dsb; jeleknya kinerja pendidikan nasional kita me-mang tidak mungkin dapat disembunyikan. Kesimpulan kedua yang lebih bersifat analitis adalah tentang faktor yang menjadi penyebab jeleknya kinerja pendidikan nasional kita; dan dari sederetan faktor yang teridentifikasi ternyata yang paling utama adalah faktor tenaga kependidikan, dalam hal ini guru di jenjang pendidikan dasar dan menengah serta dosen di jenjang pendidikan tinggi. Sampai saat ini, demikian hasil analisis dari para peserta dis-kusi, kualitas tenaga kependidikan kita masih sangat memprihatinkan. Banyak guru yang tidak menguasai subject matter atau bahan yang harus disampaikan kepada anak didik, di sisi lain banyak dosen yang tidak memahami methodology atau cara mendidik yang baik, bahkan banyak guru dan dosen yang tidak menguasai kedua aspek penting dalam pengajaran dan pendidikan tersebut. Ada si-nyalemen bahwa yang banyak ditemukan di sekolah dan perguruan tinggi sekarang ini hanyalah pengajar, bukan pendidik. Akibat dari itu semua mudah dilihat dengan mata telanjang; kinerja pendidikan nasional kita demikian jeleknya, bahkan lebih jelek dari beberapa negara di sekitar kita seperti Malaysia, Singa-pura, Vietnam, Filipina, Thailand, dan sebagainya.
Copyrights © 2002