Mahathir Mohamad bukanlah Tokoh Pendidikan Malaysia sekaliber Ki Hadjar Dewantara di Indonesia. Disebut tokoh pendidikan pun barangkali tidak tepat benar; namun kepemahamannya tentang pendidikan di Malaysia tentu tidak diragukan. Sebelum menjadi perdana menteri selama 22 tahun, dari 16 Juli 1981 s/d 31 Oktober 2003, ia menyatakan perlunya Malaysia mengirim pemuda mengikuti pendidikan ke manca negara dan menariknya kembali untuk membangun bangsa. Meski awalnya banyak yang menentang tetapi akhirnya banyak orang menyetujuinya. Mahathir pun dipercaya menjadi Menteri Pendidikan Malaysia pertengahan tahun 70-an. Karena prestasinya sangat meyakinkan maka ia diangkat menjadi Deputi Perdana Menteri sebelum akhirnya menjadi Perdana Menteri. Semasa Mahathir memimpin Malaysia mengalami kemajuan pesat. Di sisi politik, sampai kini Malaysia ?dienggani? negara-negara Barat termasuk AS; dari sisi ekonomi, Malaysia merupakan negara di Asia Tenggara yang paling awal bangkit dari krisis tahun 1987; dan dari sisi pendidikan, Malaysia telah meninggalkan Indonesia yang sempat menjadi gurunya. Kunci keberhasilan Mahathir? Memajukan negara melalui pendidikan. Ia berani mengalokasi anggaran pendidikan di atas 20 persen dari anggaran negara (total government expenditure). Ia pun berani ambil risiko. Dengan anggaran tersebut ternyata pendidikan Malaysia mengalami kemajuan luar biasa yang berimplikasi pada kemajuan negara.
Copyrights © 2008