Ketika sempat memberikan presentasinya di hadapan anggota Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia (ISPsI) dalam forum kongres dan pekan ilmiah baru-baru ini Menteri KLH, Emil Salim, sempat mengekspresikan "uneg-uneg" yang lama dikandungnya. Menurut beliau, selama lebih dari 25 tahun mengabdi kepada pemerintah Pak Emil belum pernah melihat secara nyata adanya peran psikologi dalam membangun tiap kebijakan pemerintah. Oleh karenanya, Pak Emil menyarankan agar supaya peran ke arah itu harus makin diperbesar; sebab pembuatan setiap kebijakan haruslah selalu dilihat dampaknya pada perilaku manusia (SM, 5/12/91). Dalam arus globalisasi seperti sekarang ini maka dimensi materialisme dan konsumtifisme menjadi dominan, akibat pengaruh kapitalisme. Meskipun begitu materialisme dan konsumtifisme tersebut jangan dijadikan perilaku manusia secara dominan. Secara empirik segala sosok yang dominan cukup sering menyebabkan terdesaknya kepentingan umum oleh kepentingan individu. Di dalam konteks tersebut di atas Pak Emil sempat memberi ilustrasi yang konkrit; dewasa ini banyak sungai yang dijadikan "keranjang sampah" dikarenakan adanya ke-pentingan individu yang dominan, dan sudah barang tentu lebih dominan daripada kepentingan umum. Dalam ilustrasi ini rasanya terkandung harapan dan "kekecewaan" Pak Emil kepada para pengurus ISPsI untuk memainkan perannya da-lam upaya penyelarasan kepentingan umum dan kepentingan individu; hal yang belum banyak diperoleh dari ISPsI.
Copyrights © 1991