Saat ini sekitar 900.000 (sembilanratus ribu) lulusan SMTA tengah bergelut melawan nasib. Mereka sedang menempuh sebuah perjalanan untuk menuju pada sepotong kata akhir, menang atau kalah! Jalan yang mereka tempuh bukanlah jalan tol tanpa hambatan, melainkan ibarat menuju puncak Eiger yang harus melewati celah-celah bukit yang penuh dengan badai dan salju. Betapa tidak, 900.000 bukanlah jumlah yang kecil bagi kursi yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) --termasuk didalamnya Universitas Terbuka-- dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang jumlahnya diperkirakan tidak akan lebih dari 200.000 (dua ratus ribu) kursi. Ibarat 18 anak angsa yang memperebutkan 4 ekor ikan di dalam kolam. Mengandalkan ketangkasan saja nampaknya sangat riskan untuk dapat menangkap satu diantara 4 ekor ikan dalam kolam tersebut. Ketangkasan (=intelektual) tanpa kecepatan (=daya saing) dan juga kemujuran (=rakhmat Tuhan) sama sekali tidak akan memberikan jaminan untuk keluar sebagai pemenang. Dan jangan dilupakan, hanya 4 anak angsa saja yang akan keluar sebagai pemenang dan 14 lainnya harus menyerah kalah (mati?!).
Copyrights © 1985