Sarjana-sarjana kita sudah sewajarnya ikut serta dalam 'penelitian pesanan', lebih dari itu sedapat mungkin bisa berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Melalui penelitian pesanan, para sarjana mewujudkan darma bakti-nya pada bangsa dan negara. Demikian kira-kira penegasan Mendikbud, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto dalam sambutannya pada acara dies-natalis Universitas Jambi (Kompas 4 April 1984). Terlepas dengan apa yang ditegaskan oleh Mendik-bud diatas, kelihatannya Pak Nugroho cukup jeli membaca situasi yang diwarnai oleh adanya semacam kasak-kusuk dikalangan kampus tentang penelitian pesanan. Satu pihak mengatakan pro-100%, sementara dilain pihak ada yang me-respon sinis. Suara-suara sumbangyang menanggapi tentang terli-batnya para peneliti yang berpredikat sarjana dalam ke-giatan penelitian pesanan dirasa memang cukup santer, khususnya dikalangan perguruan tinggi karena mau tidak mau harus diakui bahwa hampir semua peneliti tersebut 'berasal' dan atau 'bertahta' pada lembaga ini. Yang menjadi masalah sekarang adalah kenapa pene-litian pesanan ini menimbulkan suara sumbang (suara mi-nir?) ....? Bukankah penelitian pesanan ini merupakan 'proyek' pemerintah ?
Copyrights © 1984