ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1996: HARIAN BALI POS

KEHADIRAN LEMBAGA KREATIF WANDIKTI

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Jun 2010

Abstract

       Belum lama ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Wardiman Djojonegoro,  mengukuhkan Dewan Pendidikan Tinggi (Wandikti) se-bagai lembaga baru di lingkungan departemen pendidikan. Lembaga nonstruktural ini bertugas memberi masukan dalam rangka merumuskan kebijakan dan pengembangan pendidikan tinggi di tanah air.        Wandikti nantinya diharapkan dapat menjadi forum pertemuan di antara unsur-unsur konsorsium pendidikan tinggi, lembaga-lembaga penelitian, dan kalangan pengusaha.  Seperti yang dinyatakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi,  Bambang Soehendro,  selama ini antara konsorsium pendidikan tinggi dengan lembaga penelitian cenderung berjalan secara terpisah-pisah. Pada hal kedua lembaga ini seharusnya tidak terpisah-pisah, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya. Di sisi yang lain pengembangan pendidikan tinggi tidak hanya dapat mengandalkan orang-orang pendidikan tinggi saja,  akan tetapi perlu melibatkan pemakai hasil pendidikan tinggi.       Oleh karena itu,  menurut Pak Bambang lebih lanjut,  Depdikbud merasa perlu membentuk wadah yang dapat mempertemukan ketiga unsur tersebut;  dan akhirnya dibentuklah Wandikti.  Kalau kita perhatikan dengan cermat dari 23 nama yang dikukuhkan sebagai anggota Wandikti (yang pertama) terlihat diantaranya beberapa nama pengusaha, disamping petinggi departemen (birokrasi) serta praktisi perguruan tinggi. Nama-nama dari konsorsium pendidikan tinggi dari berbagai disiplin memang ada,  demikian juga nama-nama yang diambil dari unsur lembaga penelitian.       Wandikti yang baru saja dibentuk serta keanggotaannya baru saja dikukuhkan itu mempunyai wewenang memberikan pendapat, saran, usul, nasihat, dan pemikiran kepada menteri pendidikan dalam rangka perumusan kebijakan yang menyangkut pengembangan pendidikan tinggi kita.

Copyrights © 1996