Sebulan kemudian jas tersebut telah siap untuk dipakai dan Pak Jon kembali ke rumah Pak Jeremy untuk menyerahkan jas tersebut. ?Berapa Pak Jon harganya?? Tanya Pak Jeremy. ?Rp. 1,5 juta saja Pak, tetapi bayarnya besok saja kalau saya sudah butuh Pak? kata Pak Jon. Inilah pelajaran kedua yang kita peroleh dari seorang penjahit yang hanya lulusan SD. Dibalik itu sebenarnya ada strategi yang ampuh yang diterapkan Pak Jon. Ia tahu benar bahwa Pak Jeremy adalah salah seorang selebritis. Ia sengaja tidak mau dibayar lebih dahulu, karena ia ingin menggunakan nama Pak Jeremy untuk memasarkan jasanya. Ia kemana-mana menawarkan Jas dengan menyatakan bahwa ia telah membuatkan Jas untuk Pak Jeremy Thomas yang bintang sinetron itu. Ia menggunakan Jeremy Thomas sebagai ikon produknya. Selebriti dapat mempengaruhi sikap dan perilaku pelanggan terhadap produk yang didukungnya. Persepsi dan sikap pelanggan terhadap kualitas produk meningkat dengan adanya selebriti yang mendukung. Lebih jauh, harga produk juga akan meningkat dengan adanya selebriti tersebut. Selebriti itu dapat menjadi pendukung produk, biasanya selebriti tersebut mempunyai hubungan yang mempunyai makna atau cocok dengan produk dan pelanggan. Pertimbangan utama selebriti sebagai pendukung antara lain karena kredibilitasnya, kecocokan dengan pelanggan, kecocok dengan merek dan pertimbangan lainnya. Kredibilitas selebriti itu menyangkut kepercayaan dan keahliannya secara bersama-sama yang dilihat oleh pelanggan. Orang yang dapat dipercaya dan dianggap memiliki wawasan tertentu, misalnya tentang kehandalan merek akan menjadi orang yang paling mampu meyakinkan orang untuk mengambil tindakan. Jeremy Thomas merupakan selebriti yang telah dipercaya masyarakat sebagai aktor sinetron yang berhasil yang cocok sekali untuk produk jas. Pak Jon juga menganggap Jeremy Thomas, nilai dan perilakuknya sesuai dengan kesan dari jas yang dibuatnya. Disamping itu Jeremy Thomas juga mempunyai daya tarik fisik termasuk yang tampan, ramah, menyenangkan sehingga menarik pelanggannya Pak Jon. Pertimbangan lainnya, Pak Jon tidak membayar Jeremy Thomas, tetapi hanya memberikan penangguhan pembayaran. Strategi yang diterapkan Pak Jon tersebut ternyata sangat manjur. Beberapa orang yang ingin dianggap penting dan ingin menjadi selebriti berbondong-bondong menjahitkan jas pada Pak Jon. Pak Jon memberikan harga Rp. 2 juta sampai Rp. 3 juta. Harga yang jauh lebih mahal daripada harga yang diberikan kepada Pak Jeremy Thomas untuk yang pertama kali. Meskipun demikian tidak ada pelanggan merasa harga jas yang hanya dibuat oleh Pak Jon, karena ia menggunakan selebriti sebagai pendukung produknya. Disamping itu pemasaran dari mulut-kemulut dari orang yang dibuatkan jas oleh Pak Jon menambah pemesanan. Pada saat Pak Jeremy berseminar dengan saya, yang pesan jas kepada Pak Jon sudah lebih dari 20 orang. Memanglah kadangkala kita harus belajar dari orang kecil, seperti halnya Pak Jon yang hanya lulusan SD.
Copyrights © 2008