Ketika penjajah Belanda mencengkeramkan kuku-kukunya di negara kita, dan ternyata mereka juga sangat jeli untuk memanfaatkan sarana yang sangat potensial untuk menyebar luaskan informasi, siaran radio! Tentu saja saat itu orientasinya pada aspek-aspek politis. Sebagai misal penguasa Belanda pada tahun 1925 mendirikan stasiun pemancar Bataviasche Radio Vereniging (B.R.V) di Jakarta, atau pada tahun 1934 mendirikan Nederlands Indishe Radio Omroep Maatchappij (NIROM) yang merupakan perkumpulan radio Belanda. Tentu saja materi siarannya tidak pernah lepas dari kepentingan politis pihak penjajah. Disamping materi siarannya dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi antar orang-orang Belanda (Nederlander), juga dimaksudkan untuk memberikan pengaruh pada bangsa Indonesia agar supaya timbul konflik ideologis pada masyarakat Indonesia. Tidak diragukan, sarana yang potensial dan efektif ini memberikan keuntungan politis yang tidak sedikit bagi pemerintah Belanda waktu itu. Keadaan ini ternyata telah mampu membangkitkan semangat putra-putri bangsa untuk merintis pemanfaatan broadcasting (siaran) bagi kepentingan bangsa sendiri.
Copyrights © 1985