Menurut Sensus Penduduk Tahun 1990 (SP-1990) maka jumlah penduduk DIY tercatat sebanyak 2,91 juta jiwa, sedangkan menurut proyeksi jumlah penduduk DIY tahun ini sebesar 2,95 juta; angka ini mengalami kenaikan lebih dari 6 persen bila dibanding dengan kondisi tahun 1980 yang banyaknya 2,75 juta jiwa. Secara absolut pertambah-an penduduk DIY memang besar tetapi secara relatif adalah kecil bila dilihat dari angka laju pertumbuhan penduduk (LPP). Untuk periode tahun 1980-1990 LPP DIY per tahun sebesar 0,58 merupakan LPP yang paling rendah di Indonesia.Sebagai komparasi angka LPP secara nasional masih berada pada angka 2,0. Secara kasus per kasus bahkan terdapat dua dati-2 di DIY yang angka pertumbuhan penduduknya ternyata negatif, yaitu Kabupaten Gunung Kidul (-0,13) serta Kabupaten Kulon Progo (-0,22). Adapun salah satu penyebab negatifnya angka pertumbuhan penduduk ini ialah banyaknya penduduk pada kedua kabupaten tersebut yang bermigrasi secara tetap ke luar wilayahnya ("migrant-out permanent"). Persentase penduduk perkotaan dari waktu ke waktu juga selalu naik; kalau tahun 1971 hanya ada 16 persen penduduk yang bertempat tinggal di kota dan tahun 1990 angkanya meningkat menjadi 44 persen maka tahun 1996 ini diprediksi angkanya mencapai sekitar 60 persen. Dari sisi demografis Provinsi DIY dapat disebut sebagai provinsi yang berani "tampil beda" bila dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia pada umumnya. Setidak-tidaknya ada tiga indikator demografis yang telah menyebabkan DIY "tampil beda" dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain pada umumnya. Adapun indikator yang dimaksudkan adalah sbb: (1) Angka Kelahiran, (2) Angka Kematian, dan (3) Dinamika Penduduk Kelompok Usia.
Copyrights © 1996