Hari ini tanggal 20 Mei 1996 bangsa Indonesia dengan suka rela merayakan Hari Kebangkitan Nasional, sebuah momentum yang amat penting bagi kita untuk melakukan introspeksi diri terhadap perilaku sosial-politik bangsa Indonesia dikaitkan dengan aktualisasi dan pe-ngembangan wawasan kebangsaan kita. Bagi bangsa Indonesia maka wawasan kebangsaan merupakan hal yang amat penting dan senantiasa diperjuangkan aktualisasinya dalam perikehidupan berbangsa dan bernegara. Wawasan kebangsaan telah menjadi fondasi yang kuat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan yang kokoh bagi bangsa "besar" Indonesia.Wawasan kebangsaan yang tumbuh sejak jaman prakemerdekaan juga telah mendasari persamaan persepsi bangsa dalam merealisasi misi perjuangan dan menjalankan roda pembangunannya. Tentang proses awal tumbuhnya wawasan kebangsaan Indonesia itu sendiri sesungguhnya kita mempunyai dua teori yang sama-sama rasional-argumentatif; pertama,wawasan kebangsaan Indonesia secara embrional sudah tumbuh semenjak sebelum masa sejarah Indonesia modern berlangsung, dan kedua, wawasan kebangsaan Indonesia baru tumbuh subur bersamaan dengan munculnya masa sejarah Indonesia modern. Dua teori ini ternyata mempunyai kesamaan historikal yang penting; yaitu meletakkan jaman prakemerdekaan sebagai masa awal tumbuhnya wawasan kebangsaan Indonesia. Teori pertama menarik garis linear ke "belakang" sampai abad ke-14, yaitu Zaman Majapahit, dan terus dikembangkan linearitasnya sampai abad ke-7, yaitu pada Zaman Sriwijaya, sebagai dua titik awal tumbuhnya wawasan kebangsaaan Indonesia secara embrional; tentu saja istilah 'Indonesia' itu sendiri harus ditafsir secara khusus.
Copyrights © 1996