Seandainya perguruan tinggi itu dapat diibaratkan sebagai sebuah kereta maka para dosen adalah sebagai me-sin penggeraknya. Betapapun panjangnya kereta itu maka jalannya tetap saja tergantung pada mesin penggeraknya. Hal ini melukiskan bahwa betapapun besarnya sebuah per-guruan tinggi maka tetap saja para dosen memegang peran yang dominan; dengan kata lain tanpa adanya aktivitas akademik dari para dosen maka akan "mandeg"-lah perguruan tinggi yang bersangkutan. Pengibaratan tersebut di atas melukiskan betapa dominannya peran dosen dalam kehidupan kampus; meski bu-kan berarti dengan mengecilkan peran civitas kampus yang lainnya. Memang berat tugas seorang dosen; karena di sam ping mereka diharapkan dapat menjadi motor penggerak di kampusnya masing-masing maka masyarakat sekitar pun juga mengharapkan "kelebihan" yang dimilikinya. Di negara manapun di dunia ini maka seorang dosen hampir senantiasa dianggap sebagai sosok manusia yang memiliki potensi intelektual berlebih, tentu saja kalau dibandingkan dengan rata-rata potensi intelektual manu-sia di sekelilingnya. Di Indonesia pun begitu pula.
Copyrights © 1990