ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1992: HARIAN BALI POS

PROBLEMATIKA TENAGA KERJA INDONESIA PENDIDIKAN ALTERNATIF SEBAGAI SOLUSI

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Apr 2010

Abstract

       "Sejalan dengan laju pembangunan, kita makin memiliki angkatan kerja yang lebih  terdidik dan lebih sehat. Dengan meluasnya lapangan usaha dan kesempatan kerja, maka angkatan kerja tadi merupakan kekuatan dinamis dan potensi produktif yang besar bagi gerak pembangunan kita selanjutnya. Di lain pihak kita menyadari bahwa masalah pengangguran tetap merupakan masalah yang besar, yang belum sepenuhnya dapat kita atasi".                                                                   ( Presiden Soeharto, 16 Agustus 1991 )                Seorang pengamat ekonomi dunia dari University of Brunel yang menjadi konsultan ahli UNESCO, John Vaizey, pernah menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan akibat dari banyak faktor yang cukup kompleks; adapun dua faktor di antaranya yang paling dominan ialah faktor akumulasi modal dan tenaga kerja. Tetapi, negara yang hanya mengandalkan faktor modal saja tidak akan me-nikmati laju pertumbuhan ekonomi yang signifikan apabila tidak berusaha meningkatkan mutu tenaga kerjanya  (baca: "Education in The Modern World", 1987).              Secara ekonomik hipotetis tersebut di atas sangat relevan dengan apa yang pernah dikemukakan oleh senior-nya, William Bowen,  yang secara tegas menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi negara sama sekali tidak dapat dian-dalkan semata-mata pada modal. "Dengan demikian jelaslah bagi kita, akumulasi modal semata-mata tidak akan memain kan peranan yang dominan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara, baik negara maju maupun negara berkembang" (baca: "Economic Aspects of Education", 1969).

Copyrights © 1992