ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1996: HARIAN BALI POS

MERGER PTS SULIT DILAKSANAKAN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Jun 2010

Abstract

       Seusai  membuka pertemuan pimpinan  Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan Kopertis Wilayah VIII di Denpasar beberapa hari yang lalu Direktur PTS,  Joetata Hadihardaja, kembali menyatakan bahwa hendaknya PTS kecil yang susah hidup (hidup enggan mati tak mau) segera melakukan merger.  Adapun kemana harus melakukan merger dapat dengan PTS besar atau dengan sesama PTS kecil yang bernasib sama.  Dengan cara merger ini diharapkan manajemen PTS bisa menjadi lebih sehat hingga aktivitasnya di masyarakat akan lebih bermanfaat lagi.       Pernyataan yang bernada anjuran tersebut kiranya bukan pertama kali dilakukan oleh Pak Joetata;  meski beliau juga menyadari bahwa pelaksanaan merger bukan hal yang gampang.  Beliau sendiri mengi-lustrasikan memerger PTS ibaratnya menggabungkan beberapa raja dan/atau kerajaan sekaligus sehingga akan sulit memilih raja baru di antara raja-raja tersebut.       Sudah barang tentu diluar sulitnya menentukan "raja baru" terse-but ada banyak hal lain yang harus disamakan dalam pelaksanaannya; misi dan visi antar PTS yang tidak selalu sama merupakan hal yang sulit untuk dilakukan.  Masing-masing PTS umumnya memiliki misi dan visi serta "warna baju" yang khas sehingga sulit bila hal ini harus saling disamakan.  Tentu saja istilah sulit bukan berarti tidak mungkin dilaksanakan.        Di kalangan praktisi PTS  terminologi "merger"  memang sangat populer, meskipun pelaksanaannya lebih banyak tidak disukai. Secara empirik memang sudah ada beberapa PTS yang melakukan merger baik antara PTS kecil dengan PTS besar maupun antara PTS kecil dengan sesama PTS kecil lainnya.  Dan secara empirik pula banyak kasus merger yang perjalanannya tidak "smooth" baik dalam kurun waktu pramerger maupun pasca merger.

Copyrights © 1996