ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006

Bekerja dengan Indah

Suyanto, Mohammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Nov 2009

Abstract

Sebagian besar orang sukses, mengerjakan pekerjaan dengan apa yang disukainya. ?Katika sedang bekerja, saya rileks, tidak mengerjakan apa-apa? kata Pablo Picasso. Bill Gates menyukai komputer sejak kecil, bahkan tertarik pada perangkat lunak dan pemrograman komputer pada usia 13 tahun. Pada usia 18 tahun telah mampu mengembangkan sebuah versi bahasa pemrograman BASIC untuk pertama kalinya pada komputer mikro MITS Altair di Harvard University. Ia rela meninggalkan Harvard untuk pekerjaan yang disenangainya dengan mencurahkan energinya pada perusahaan perangkat lunak yang baru didirikannya bersama kawan kecilnya Paul Allen, yaitu Microsoft. Perusahaan tersebut memperoleh pendapatan 39,79 milyar dolar Amerika pada akhir tahun fiskal Juni 2005, mempunyai lebih dari 61.000 karyawan, tersebar di 102 negara.           Keichiro Toyoda sangat mencintai otomotif. Sampai-sampai perusahaan tenun ayahnya, ketika diserahkan kepadanya diganti perusahaan otomotif dan namanya diganti dari ?TOYODA? menjadi ?TOYOTA?. Saat ini merupakan salah satu perusahaan otomotof yang terunggul di dunia. Dari Januari 2005 sampai dengan Desember 2005, Toyota mampu menjual mobil sebanyak 8,12 juta unit. Mulai dari Toyota Lexus, Daihatzu dan Hino. Toyota mempunyai 12 pabrik di Jepang dan 53 pabrik di 27 negara. Karyawannya mencapai 265.800 orang dan penjualannya mencakup 170 negara. Penjualan Toyota, termasuk bisnis keuangan mencapai 18,55 triliun yen pada akhir Maret 2005.           Bill Gates dan Keichiro Toyoda mengembangkan pekerjaan yang dicintainya menjadi perusahaan legenda dunia. Kita membutuhkan pekerjaan yang kita senangi yang dapat membangkitkan semangat kita, menantang  kita dan membawa kita ke tempat yang kita impikan. Mereka memandang bahwa berkerja adalah waktu bermain. Bekerja merupakan tempat untuk mengembangkan diri, mempelajari hal-hal baru, menjelajahi cara-cara baru dan mempraktekkanya dalam perilaku baru. Bahkan pekerjaan merupakan tempat pengabdian kepada Tuhan. Bila mereka gagal, mereka selalu mencoba lagi dengan gigih, melakukan koreksi kemudian memperbaiki kesalahan tersebut, dan melihat setiap kegagalan selalu ada sisi positifnya sehingga akhirnya berhasil. Karena di benak mereka tidak ada kata gagal, yang ada hanya kata ?hasilnya tidak sesuai dengan yang mereka inginkan?. Itulah yang dilakukan orang sukses. ?Rahasia sukses adalah menjadikan pekerjaan Anda sebagai liburan Anda? kata Mark Twain. Tetapi jika memandang pekerjaan itu sebagai suatu keharusan dan dikerjakan seadanya, hanya bertujuan untuk mencari uang maka kemungkinan besar Anda akan memperoleh tidak lebih daripada itu. Dengan memandang pekerjaan itu sebagai tempat bermain, tempat belajar dan tempat mengabdi kepada Tuhan, Insya Allah pekerjaan itu akan menjadi sangat indah dan memotivasi kita untuk menjadi lebih baik..

Copyrights © 2006