ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

MENGHITUNG KONTRIBUSI DANA PENDIDIKAN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 May 2010

Abstract

       Bagaimana kinerja pendidikan nasional kita? Menurut laporan UNDP di dalam "Human Development Report 1999", Indonesia hanya menempati peringkat 105 dari 174 negara  berdasarkan keberhasilan membangun manusia. Dalam urutan ini Australia menduduki ranking 7, Singapura 22,  Brunei Darussalam 25, Malaysia 56, Thailand 67, dan Philippina 77.  Untuk tahun ini, UNDP di dalam dokumen yang mutakhir "Human Development Report 2000", menyebutkan bahwa Indonesia mengalami penurunan ke peringkat 109. Pada satu pihak, peringkat ini mengisyaratkan belum memuaskannya pembangunan manusia di negara kita; di lain pihak menganjurkan kita untuk mau mengakui keunggulan negara-negara tetangga.      Keadaan yang sama terjadi dalam hal daya kompetisi ekonomi.  Menurut WEF dalam "Global Competitiveness Report 2000", Indonesia hanya menempati peringkat 44 dari 53 negara  berdasar kemampuan daya saing ekonomi.  Tiga tahun lalu (1997) kita berada di peringkat 15. Hal ini menunjukkan bahwa daya saing ekonomi negara kita menurun secara signifikan dalam tiga tahun terakhir.       Di dalam urutan tersebut  Singapura menduduki  ranking 2, Taiwan 11, Jepang 21, Malaysia 25, Korea Selatan 29, Thailand 31, dan Philippina 37.  Hal itu berarti  bahwa kita harus mau mengakui keunggulan negara-negara tetangga di dalam hal pembangunan daya saing ekonominya. Badai krisis ekonomi yang menghantam Indonesia semenjak pertengahan tahun 1997 yang lalu nampaknya benar-benar  telah meluluhlantakkan fondasi ekonomi kita  yang memang kurang kokoh. Ironisnya,  para pakar dan praktisi ekonomi nasional kita yang pintar-pintar,  dan apalagi yang sok pintar,  ternyata sampai kini tidak berhasil mencari solusinya.

Copyrights © 2000