Para malaikat setiap harinya selalu memohon kepada Allah agar memberikan kepada orang yang suka berinfak untuk diganti yang berkesinambungan, dan agar memberikan kebinasaan kepada orang yang kikir. Rasulullah bersabda, ?Pada setiap hari ketika datang waktu pagi, maka akan turun dua malaikat kepada sorang hamba dan salah satu dari keduanya berkata, ?Ya allah, berilah kepada orang yang sering berinfak ganti yang berkesinambungan.? Dan, yang lain berkata, ?Ya Allah, berilah kepada orang yang kikir kehancuran.?? (HR Bukhari) Sesungguhnya kebaikan harta itu adalah bukan pada zatnya, tetapi pada apa yang terkait dengan harta tersebut, walaupun secara umum dikatakan itu adalah baik. Demikian pula orang yang memiliki harta yang banyak tidak dikatakan baik pada zatnya, tetapi tergantung pada sikap yang dilakukan terhadap hartanya. Apabila dalam jiwanya merasa kaya, maka dia tidak pernah berhenti untuk menyalurkan hartanya dalam hal-hal yang wajib dan hal-hal yang dianjurkan dalam kebaikan dan pendekatan diri kepada Allah. Namun orang yang jiwanya miskin, maka dia tidak mau memberikan dan tidak mau mengeluarkan hartanya di jalan yang telah diperintahkan karena dia takut hartanya akan habis. Orang seperti ini pada hakikatnya adalah orang miskin / fakir secara bentuk dan hakikat, walau harta yang berlimpah ada pada genggaman tangannya. Hal intu karena dia tidak pernah memanfaatkan harta tersebut untuk kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat. Bahkan, barangkali harta tersebut akan menjadi bencana atas dirinya. Rasulullah bersabda, ? Hancurlah para penghamba dinar dan dirham ? (HR Bukhari) Maksudnya, jatuhlah atau hancurlah atau jauhlah darinya. Ini adalah doa terhadap ornag yang menghamba kepada harta. Juga terhadap orang-orang mencari harta dengan bersusah payah untuk ditumpuknya, hingga seakan dengan tindakannya itu dia telah menghamba kepada harta. Rasulullah telah mendoakan kejahatan atas para penghamba dinar dan dirham dengan ucapan beliau,? Celaka dan sakitlah terus, apabila terkena duri maka tidak ada yang menolongnya.? (HR Bukhari) Hadist memberikan gambaran pada orang yang penghamba harta agar celaka dan saki terus dan apabila terkena duri, maka tidak ada orang yang mau membantu mengeluarkan duri dari tubuhnya. Sebuah doa kejahatan agar orang tidak bergerak menumpuk harta. Dibolehkannya berdoa kejahatan seperti ini karena diharapkan dapat mengurangi usaha orang yang didoakan untuk mengumpulkan materi keduniawian serta kesibukannya dengan melalaikan mengerjakan kewajiban-kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya. Muthraf dari bapaknya berkata, ?Aku pernah mendatangi Nabi saw. Dan beliau sedang membaca,?Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.? Beliau Berkata,?Anak Adam selalu berkata, ?Hartaku, hartaku. ?Wahai anak Adam, apakah kamu memiliki harta selain yang kamu makan sampai kamu habiskan, atau yang kamu pakai sampai jelek atau yang telah kamu sedekahkan dan menjadi simpananmu? Dan yang selain itu maka semua akan pergi dan belalu serta ditinggalkan oleh manusia.?? (HR Muslim) Nabi saw. Pernah bertanya kepada para sahabat beliau, ? Siapa diantara kalian yang harta warisannya lebih kecil ketimbang hartanya sendiri?? Mereka berkata,?Ya Rasulullah, tak ada diantara kami kecuali hartanya lebih dicintai.? Beliau bersabda, ?Sesungguhnya harta itu adalah yang telah diinfakkan di jalan Allah dan harta waris itu adalah apa yang ditinggalkan.? (HR Bukhari)
Copyrights © 2009