Dari kegiatan midsurvey PUS yang datanya diungkap pada bulan Maret 1990 ditemukan informasi bahwa tingkat partisipasi peserta KB di DIY mencapai 74% (data survey 1989 adalah 72%). Tingkat partisipasi di daerah pedesaan ternyata relatif lebih tinggi dibandingkan dengan angka serupa untuk daerah perkotaan; yaitu 76% dibanding 74%. Sementara itu tingkat partisipasi pada masyarakat status ekonomi rendah, menengah, dan tinggi berturut-turut adalah 76%, 74% dan 72%. Apabila dilihat dari angka-angkanya tersebut di atas nampak bahwa partisipasi masyarakat pedesaan dengan segala keterbatas-annya itu di dalam hal ber-KB tidaklah kalah apabila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Pada sisi yang lainnya masyarakat berekonomi rendah pun ternyata partisipasinya juga cukup membanggakan dalam hal ber-KB. Seperti halnya temuan pada survey tahun 1989 maka kontrasepsi IUD tetap menjadi "favourite"; terbukti sebanyak 46,1% dari para peserta KB memakai jenis kontrasepsi ini. Jenis kontrasepsi lain yang juga termasuk banyak diminati oleh peserta KB secara berturut-turut ialah pil (17,0%), suntik (15,1%), kondom (9,7%), serta tubektomi (7,0%). Sementara itu jenis-jenis kontrasepsi yang lain juga digunakan, meskipun dengan persentase yang relatif kecil. Perincian penggunaan jenis kontrasepsi pada para peserta KB di DIY menurut data tahun 1990 ditunjukkan pada Tabel 3. Periksa Tabel 3!
Copyrights © 1990