Sebagaimana yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, ternyata perjalanan pendidikan nasional kita pada tahun 1993 ini sangat menarik karena diwarnai oleh romantika akademik yang heteroton. Secara kasus per kasus banyak hal yang perlu mendapat perhatian, bahkan sebuah kasus pendidikan belum tertuntaskan keburu muncul kasus lain yang tak kalah menariknya. Barangkali inilah ciri-khas pendidikan kita; penuh kasus, gosip, deviasi-imple-mentatif, terkadang intrik-intrik yang terlimitasi. Perjalanan pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional ternyata juga penuh romantika dan dinamika; dari hal-hal yang bersifat konsepsual se-misal konsep akreditasi yang adil dan profesional sampai hal-hal yang bersifat implementatif semisal "kekisruhan" mengenai pemberian dan pemakaian gelar akademik. Ketika lembaran tahun 1993 dibuka dunia perguruan tinggi langsung dihadapkan pada permasalahan pengawasan dan pembinaan lembaga. Permasalahan ini kemudian menjadi isu menarik ketika dikaitkan dengan sistem akreditasi. Isu ini pun menjadi lebih menarik lagi ketika beberapa petinggi Depdikbud "menjanjikan" segera dibentuknya ba-dan akreditasi, disebut Badan Akreditasi Nasional (BAN), yang akan ditugasi mengawasi perguruan tinggi.
Copyrights © 1993