Pada tanggal 19 s/d 21 Februari 2001 Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Departemen Agama (Depag), dengan sponsor United Nations Children's Fund (Unicef) menyelenggarakan kegiatan workshop atau konferensi strategi peningkatan mutu pendidikan dasar melalui Future Search Conference (FSP). Berbagai indikator tentang masih rendahnya mutu pendidikan dasar kita banyak mela-tarbelakangi diselenggarakannya konferensi itu sehingga dipandang perlu dilakukan perumusan strategi untuk meningkatkannya. Salah satu tujuan konferensi adalah mendorong para stakeholder untuk peduli serta berpartisipasi dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Oleh karena itu konferensi sengaja mengundang unsur-unsur stakeholder untuk berpartisipasi. Adapun unsur stakeholder yang diundang antara lain adalah pengambil ke-bijakan di pusat (Depdiknas, Depag, DPR), pengambil kebijakan di daerah (bupati, bappeda, DPR), organisasi internasional (Unesco, Unicef, GDI), perencana pendidikan, LSM, yayasan nonpemerintah, guru, siswa, orang tua, pengusaha dan kalangan media massa. Konferensi dengan peserta yang heterogen dan terbatas jum-lahnya tersebut memang jarang dilakukan, meskipun bukan berarti tidak pernah sama sekali. Peserta konferensi semacam ini memang harus pintar mengurangi egonya untuk mau mendengarkan penga-laman orang lain. Bayangkan, seorang ketua komisi di DPR pusat harus mau mendengarkan "celoteh" anak kelas enam SD, seorang direktur di departemen harus mau mendengarkan keluhan langsung dari guru, seorang bupati harus bersedia dialog dengan orang tua murid, dan sebagainya. Mereka "dipaksa" duduk bersama dan sa-ling membicarakan masalah pendidikan dasar.
Copyrights © 2001