Wacana dan diskusi tentang masa depan madrasah di Indonesia sudah sering dilakukan; di samping oleh Departemen Agama sendiri, juga dilakukan oleh berbagai institusi nonpemerintah serta berbagai perguruan tinggi Islam di negeri ini. Minggu ini diskusi tentang masa depan madrasah juga digelar di Jakarta; kali ini oleh Indonesian Institute for Civil Society (INCIS). Pada akhir-akhir ini memang banyak keluhan tentang madrasah; adapun keluhan yang paling menonjol menyangkut rendahnya mutu lulusan madrasah itu sendiri. Apakah semua madrasah di Indonesia lulusannya bermutu rendah? Tentunya tidak! Ada madrasah kita, dalam hal ini Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) yang mutu lulusannya cukup memadai. Ada lulusan MI yang mutunya lebih bagus daripada lulusan SD pada umumnya; lulusan MTs yang dipuji masyarakat; bahkan ada lulusan MA yang kualitas lulusannya diakui oleh berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Meskipun demikian hal ini sifatnya kasuistik; artinya tidak dapat diberlakukan pada madrasah-madrasah pada umumnya. Sebaliknya, di masyarakat kita telah berkembang berita kurang sedap tentang kebanyakan madrasah kita; dari kondisi fisiknya yang kurang bersih, kualitas gurunya yang dipertanyakan, sampai dengan rendahnya mutu pendidikan yang melekat pada lembaga madrasah itu sendiri.
Copyrights © 2004