ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN

PENDIDIKAN INDONESIA DI MATA BANK DUNIA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 May 2010

Abstract

       Sebagai lembaga donor,  Bank Dunia secara rutin mempresentasi laporan pendidikan di negara-negara yang mendapat bantuannya, tidak terkecuali Indonesia.  Dalam laporannya itu dapat diikuti sejauh mana pandangan Bank Dunia terhadap banyak hal menyangkut pelaksanaan pendidikan di negara-negara yang didonori,  baik hal-hal yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif.       Tentang pelaksanaan pendidikan di Indonesia, baru-baru ini Bank Dunia membuat laporan preliminari yang titelnya dibuat terkesan agak bombastis,  yaitu 'Education in Indonesia : From Crisis to Recove-ry' (1998). Menurut Brigitte Duce dari Bank Dunia, laporan yang hampir mencapai 200 halaman ini konon pembuatannya dimulai sejak sebelum krisis ekonomi di Indonesia berlangsung.  Lebih daripada itu bahkan draf awal laporan tersebut sudah siap sejak Agustus 1997 yang lalu bertepatan dengan krisis ekonomi di negara kita mulai nampak nyata di permukaan.       Di Jakarta saya dan beberapa teman sempat menanyakan; dengan judul seperti itu apakah berarti bangsa Indonesia sudah terlepas dari krisis. Sekarang ini pun kita kan masih berada di tengah-tengah krisis, baik krisis ekonomi, sosial, politik, hukum, kemasyarakatan, dan ter-masuk juga pendidikan.  Bahkan saya berpendapat bahwa sekarang ini bukan saja kita berada dalam situasi dan kondisi yang krisis (crisis), akan tetapi sudah berada pada tahap kritis (critical).       Memang itulah Bank Dunia.  Kadang-kadang mereka sangat suka membuat judul-judul laporan dengan kalimat yang tidak sekedar publi-katif,  tetapi sudah bombastis.  Barangkali kita masih ingat tahun 1993 lalu ketika Bank Dunia juga membuat judul laporan yang tidak kalah bombastisnya, 'The East Asian Miracle : Economic Growth and Public Policy' (1993).  Kata-kata "miracle" (ajaib) itu kan bombastis untuk membahas masalah pertumbuhan ekonomi negara.

Copyrights © 1999