Pada pidato pengukuhan guru besarnya di Universitas Brawijaya Malang pada akhir Mei 1995 yang lalu Prof. Ginandjar Kartasasmita menyatakan bahwa strategi pembangunan harus ditujukan ke dua arah; pertama, memberi peluang pada sektor dan masyarakat modern untuk lebih maju, dan kedua, memberdayakan sektor ekonomi dan lapisan rakyat yang masih tertinggal dan hidup di luar kehidupan modern. Lebih lanjut Pak Ginandajr memberikan argumentasi bahwasanya kedua strategi pembangunan tersebut harus ditempuh secara simultan dikarenakan adanya fakta dan pengamatan empiris yang menunjukkan bahwa teori perembesan ke bawah (trickle down) di negara-negara berkembang pada umumnya tidak dapat berjalan sebagaimana yang diinginkan. Dalam hal ini kiranya yang dimaksud oleh Pak Ginandjar adalah bahwa kemajuan pembangunan itu lebih dinikmati oleh kelompok lapisan atas saja; sementara itu kelompok lapisan menengah dan bawah belum menikmati kemajuan pembangunan secara optimal. Kita bangsa Indonesia ini rasanya memang memiliki kekayaan pengalaman dalam menjalankan roda-roda pembangunan. Bahwa kita harus mengejar ketertinggalan dari bangsa lain yang lebih dulu maju memang benar, itulah sebabnya maka upaya melajukan pertumbuhan ekonomi mendapatkan prioritas. Pada sisi yang lain, bahwa kita harus membagi adil roti pembangunan memang tidak keliru, itulah sebabnya maka upaya merealisasi perataan ekonomi juga mendapatkan prioritas. Memang demikianlah hakekat strategi pembangunan kita kini.
Copyrights © 1995