Minal aidien, wal faidzin Mohon maaf, lahir dan batin Meskipun kumandang takbir dan sholat idul fitri telah beberapa hari berlalu namun suasana hari raya idul fitri, atau hari lebaran masih sangat terasa. Acara 'buka pintu' masih tetap berlangsung, orang-orang muda 'sowan' kepada orang-orang tua (pepundhen), sebagian saudara-saudara yang bertempat tinggal di kota yang 'mudik' masih enggan meninggalkan desa, keluarga yang mengadakan rekreasi ketempat pelancongan, pesta-pesta kecil di dalam keluarga, dan acara-acara serupa lainnya masih saja 'berkumandang'. Itulah peringatan hari raya idul fitri di Indonesia, hari-hari yang kemudian tidak saja menjadi monopoli umat Islam, namun hampir semua orang di Indonesia ikut merayakannya. Sudah menjadi semacam tradisi kita selama ini, sebuah acara yang merupakan rangkaian peringatan hari raya idul fitri masih menghadang. Lihatlah, sebentar lagi beberapa instansi, kantor, lembaga, organisasi dan sebaginya tentu akan menyeleggarakan acara routine tahunan, 'halal bil halal', sekalipun acara tersebut secara tradisional telah kita jalani di rumah, dijalan, dilapangan, di masjid dan dimana saja setiap kita bertemu dengan teman dan kerabat untuk saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan.
Copyrights © 1985