ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN

SDSB DAN KREDIBILITAS LEMBAGA PENELITIAN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 May 2010

Abstract

       Sebuah proses penelitian nasional yang memperoleh "backing up"  dari pemerintah ternyata dapat takluk dari rasa takut. Ini bukan berita bohong, akan tetapi sungguh terjadi. Biro Pusat Statistik (BPS) terpaksa membatalkan penelitiannya yang sudah berjalan dua bulan dengan alas-an petugas pencari data di lapangan mendapat hambatan; konon petugas lapangan BPS tersebut banyak mendapatkan ancaman fisik, bukan itu saja bahkan konon ada yang akan dipukuli dan disakiti apabila tidak menghentikan aktivi-tasnya untuk mengumpulkan data.          Kasus tersebut di atas baru-baru ini terungkap jelas di permukaan ketika berlangsung acara dengar penda pat antara Komisi X DPR RI dengan Pimpinan BPS di Jakar-ta.  Pada saat salah seorang anggota Komisi X menanyakan bagaimana nasib penelitian BPS mengenai dampak Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB) bagi perikehidupan sosi al ekonomi masyarakat  yang dulu pernah "diributkan" itu diperoleh jawaban dari Kepala BPS, Azwar Rasjid,  bahwa penelitian tersebut terpaksa dihentikan karena terdapat-nya hambatan di lapangan.  Menurut keterangan  Pak Azwar petugas lapangannya pada menyerah dengan membawa laporan,  "kami sudah mencoba, kami tak sanggup, takut dipukuli".          Apa yang terjadi dengan BPS tersebut tentu sangat memprihatinkan,bahkan sekaligus juga sangat mengecewakan masyarakat; bagaimana mungkin bisa terjadi suatu lembaga penelitian yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah sampai harus melepaskan misi nasionalnya hanya gara-gara takut pada tukang pukul.  Memangnya bodyguard itu sangat menakutkan dan aparat keamanan tak dapat mengatasinya?

Copyrights © 1993