ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN

MENGGALAKKAN PENDIDIKAN KELUARGA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Apr 2010

Abstract

?Sesungguhnya alam keluarga itu bukannya pusat pendidikan individual semata, tetapi juga suatu pusat untuk melakukan pendidikan sosial. Untuk jaman sekarang haruslah ibu-bapa melakukan pendidikan itu tidak dengan sendirian atau berpisahan dengan pusat-pusat pendidikan lain, akan tetapi haruslah selalu berhubungan diri dengan kaum guru dan pengajar? (Ki Hadjar Dewantara) Pemerintah boleh saja membangun gedung sekolah yang megah, boleh mengisi dengan peralatan yang sophisticated, juga boleh membuat sistem pendidikan yang hebat; namun ada satu hal yang tak boleh dilupakan bahwa pusat pendidikan yang paling utama bagi sang anak adalah keluarga.  Konsep keluarga sebagai pusat pendidikan yang dinyatakan Ki Hadjar Dewantara, yang hari lahirnya 2 Mei dijadikan Hari Pendidikan Nasional, telah diakui para pakar pendidikan di dunia. Interaksi antarpersonal di keluarga memang spesifik: bersifat emosional (dalam konotasi positif), akrab, tidak formal, tidak birokratis, namun penuh harapan. Situasi seperti ini memikat sekaligus mengikat sang anak untuk mengembangkan potensi dan kepribadiannya secara konstruktif. Dari karakter seperti itulah maka muncul konsep pendidikan keluarga, yang dalam UU Sisdiknas diistilahkan sebagai pendidikan informal.

Copyrights © 2008