Proposal merupakan rencana kerja yang dilakukan dalam bentuk tulisan yang tersusun dengan baik dan jelas. Kita telah terbiasa membuat proposal sewaktu menjadi siswa di SLTA ataupun mahasiswa. Proposal kita bawa kemana-mana untuk mendapatkan sponsor dari acara yang telah kita buat yang tertuang dalam proposal. Mulai dari proposal pertandingan olah raga, gelar kesenian sampai seminar baik secara lokal, nasional maupun internasional. Saya menggunakan proposal untuk menangkap peluang 15 tahun yang lalu berupa proyek Teknologi Informasi di salah satu institusi ternama di negeri ini. Ketika itu saya mendapat kontrak senilai Rp. 28 juta. Kontrak pertama saya tersebut saya anggap besar dan memaksa saya untuk membuat perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi. Dari perusahaan tersebut berkembang menjadi lembaga pendidikan dan penjualan perangkat keras maupun perangkat lunak. Hal itu saya lakukan mulai dari proposal. Asih Subagiyo, Chief Executive Officer PT. Totalindo yang bergerak dalam bisnis IT, awalnya dengan proposal. Pada awalnya Bagiyo, yang alumni STMIK AMIKOM Yogyakarta ini, mondar-mandir kemana-mana dengan proposal untuk mendapat dana agar anak-anak yang sudah tidak punya Bapak atau Ibu di Pesantren Hidayatullah dapat makan dan belajar. Akhirnya ia terbiasa membuat proposal. Peluang pertama datang dari Bank Dunia. Dengan proposal tersebut dapat kucuran dana dari Bank Dunia untuk proyek IT dan ia harus mendirikan perusahaan untuk mengelola dana tersebut. Sekarang pelanggannya perusahaan-perusahaan besar nasional, bahkan produknya mulai memasuki pasar manca negara. ?Saya bangga menjadi alumni pertama AMIKOM yang ketika itu diberikan Achievement Motivation Training (Pelatihan Motivasi Berprestasi) yang tidak lain diajari menyusun rencana karir masa depan. Saya menjadi percaya diri, sehingga cukup dengan proposal saya memulai bisnis. Saya diajari membuat proposal oleh Pak Yanto. Saya juga bangga, karena staf saya ada yang dari ITB, ITS dan perguruan Tinggi Negeri lainnya.? kata Asih Subagiyo dalam Seminar 180 hari menjadi Profesional di STMIK AMIKOM Yogyakarta. Demikian pula yang dilakukan Indira Damayanti Sugondo, dengan proposal ia mendirikan PT. Andrawina Praja Sarana. Proposal yang berisi penawaran katering diajukan ke perusahaan minyak lepas pantai membuahkan hasil. Dengan propasal tersebut perusahaan yang ia pimpin dapat bertahan selama 20 tahun. ?Tahun lalu omset kami Rp. 38 milyar. Tahun ini saya perkirakan mencapai Rp. 68 milyar atau setara dengqan US$7 juta.? kata Indira. Perusahaan-perusahaan yang saat ini menggunakan jasa PT. Andrawina Praja Sarana adalah Petro China yang sedang melakukan eksplorasi minyak di Iran dengan nilai kontrak sebesar US$3 juta atau setara dengan Rp. 28 milyar. Proposal ternyata dapat dipakai sebagai senjata ampuh untuk memulai usaha tanpa uang.
Copyrights © 2005