Salah satu pertanyaan yang terlontar dari seorang peserta kuliah umum di University of Malaya (UM), Kuala Lumpur, Malaysia, ketika saya diminta memberi presentasi dalam forum yang diikuti oleh 450-an mahasiswa baru-baru ini adalah berkisar pada posisi sekolah nonpemerintah atau sekolah swasta (private school) di negara-negara berkembang pada umumnya dan di Malaysia pada khususnya. Permasalahan sekolah swasta di Indonesia kiranya memang bukan merupakan hal yang baru meskipun senantiasa menarik untuk dicermati; akan tetapi banyak negara ber-kembang (developing country) yang kini tengah mengalami dilema dalam hal pengembangan sekolah swasta, khususnya di jenjang pendidikan tingginya. Salah satu negara yang tengah mengalami permasalahan tersebut adalah Malaysia; meski eksistensi sekolah swasta di negeri ini sebenarnya juga bukan hal yang baru lagi. Untuk mendasari jawaban atas pertanyaan tersebut saya menyodorkan sebuah fenomena yang mengiringi proses modernisasi pada berbagai negara akhir-akhir ini; yaitu terdapatnya hubungan positif (positively relationship) antara modernisasi dengan swastanisasi. Keadaan ini bisa dilihat pada berbagai negara bahwa kemajuan yang dicapai oleh negara yang bersangkutan hampir selalu dibersamai dengan semakin berperannya sektor swasta di berbagai bi-dang; baik bidang produksi maupun bidang jasa dan bidang layanan masyarakat yang lainnya.
Copyrights © 1992