Rendahnya ranking mutu perguruan tinggi kita yang dipublikasi Asiaweek dua minggu lalu barangkali tidak mengejutkan kita. Banyak di antara kita yang tahu diri bahwa daya saing perguruan tinggi kita umumnya masih rendah kalau dihadapkan dengan perguruan tinggi di manca negara. Tetapi, kalau dari tahun ke tahun ranking kualitas kita yang sudah rendah tersebut tidak mengalami peningkatan namun jus-tru penurunan itulah yang sedikit agak sulit diterima. Berdasarkan hasil studinya, Asiaweek edisi 23 April 1999 yang lalu mengumumkan 69 perguruan tinggi umum (multi disciplinary university) dan 35 perguruan tinggi iptek (science and technology university) di Asia dan Australia secara berurutan menurut kualitas-nya. Majalah yang beredar luas di seantero dunia ini, utamanya Asia dan Australia, mencoba memberi informasi secara fair dengan menu-liskan secara lengkap kriteria yang dipakai untuk menentukan mutu. Sepuluh perguruan tinggi umum dan lima perguruan tinggi iptek yang dianggap paling bermutu masing-masing diberi predikat World Class University. Kesepuluh perguruan tinggi umum yang dimaksud ialah: (1) Tohoku University (Jepang), (2) Kyoto University (Jepang), (3) Seoul National University (Republik Korea), (4) University of Hong Kong (Hong Kong Cina), (5) Taiwan University (Taiwan), (6) National University of Singapore (Singapura), (7) Chinese University of Hong Kong (Hong Kong Cina), (8) University of New South Wales (Australia), (9) Yonsei University (Republik Korea), dan (10) Univer-sity of Melbourne (Australia). Sementara itu perguruan tinggi ipteknya sbb: (1) Korea Advanced Institute of Science and Technology (Republik Korea), (2) Pohang University of Science and Tachnology (Republik Korea), (3) Tokyo Institute of Technology (Jepang), (4) Indian Institute of Technology Delhi (India), dan (5) Indian Institute of Technology Madras (India).
Copyrights © 1999