ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008

MENGUBAH KERUGIAN (1)

Suyanto, Mohammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Nov 2009

Abstract

Ketika saya menyampaikan seminar di Balaikota yang diadakan oleh SKH Minggu Pagi, ada salah seorang yang bertanya. ?Pak Yanto. Saya berbisnis dalam bidang pakaian. Saya hanyalah pengusaha kecil, yang hanya mampu menggaji karyawan dengan gaji kecil. Saya berusaha mendidik karyawan saya dengan baik. Setelah mereka trampil, akhirnya keluar. Bahkan dia mendirikan perusahaan seperti perusahaan saya, sehingga ia menjadi pesaing baru kami. Saya sangat kecewa kepada karyawan tersebut. Kok tidak ada balas budi kepada saya. Bahkan memusuhi dan menyakitkan hati saya. Bagaimana Pak Yanto saya menyikapi hal ini dan bagaimana saya dapat mempertahankan karyawan saya meskipun gajinya kecil?? Pertanyaan seorang ibu tersebut sederhana, tetapi jawabannya tidaklah mudah, rumit, kompleks dan barangkali tidak memuaskan. Saya mencoba menjawab dengan memahami apa yang dikatakan, dimaksudkan dan dirasakan seorang ibu tersebut. Jawaban saya yang pertama ?Seandainya saya menjadi Ibu yang telah mendidik karyawan dengan baik. Setelah mereka trampil, akhirnya keluar. Bahkan dia mendirikan perusahaan seperti perusahaan Ibu, sehingga ia menjadi pesaing baru Ibu.. Tidak ada balas budi kepada Ibu, bahkan memusuhi dan menyakitkan hati Ibu. Sayapun seperti Ibu, juga sangat kecewa kepada karyawan tersebut. Tetapi Bu, kita mencoba untuk memandang dengan cara yang lain. Memandang dengan sikap mental positif. Kita mengatakan dalam hati kita, bahwa Saya telah mendidiknya dengan baik. Sekarang ia telah menjadi pengusaha baru. Semoga ini merupakan amalanku kepada Allah yang tidak pernah putus. Amalan ketika anak Adam meninggal dunia, telah putus semuanya kecuali tiga hal. Anak yang shaleh, amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Semoga yang saya lakukan terhadap karyawan saya tersebut termasuk amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat yang mendapatkan balasan dari Allah di akhirat kelak. Sekarang saya bangga dengan dia karena dia merupakan salah satu sarana saya untuk surga dari Allah. Sekarang dia akan saya jadikan anak saya lagi seperti dahulu. Bukan lagi permusuhan, tetapi hubungan kekeluargaan dan kerjasama, yang saling memajukan kedua perusahaan?. Kebanyakan dari kita, ketika disakiti dari rekan bisnis, mantan karyawan, maka yang kita lakukan adalah memusuhi, bahkan seaakan-akan pertarungan yang tidak pernah habis dan sangat melelahkan. Yang ada hanya sakit hati, demdam dan irihati. Ibarat Gladiator maka kita bertempur habis-habisan sampai titik darah penghabisan. Sebagian yang kalah mati, tetapi yang menangpun pingsan. Semuanya rugi, tidak ada satupun yang beruntung. Tetapi jika kita menyikapi dengan cara yang berbeda dengan mengambil sisi positif, maka kita akan memancarkan energi positif di sekitar kita., yang menjadikan lingkungan menjadi indah, akhirnya dapat mengubah kerugian tersebut menjadi keuntungan.     

Copyrights © 2008