ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1996: MAJALAH PUSARA

ANGGARAN PENDIDIKAN DALAM RAPBN 1996/1997

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2010

Abstract

       Sebuah tradisi politis  pidato presiden  di setiap awal tahun untuk menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) senantiasa mendapat perhatian dari banyak kalangan; baik kalangan dalam maupun luar negeri.  Hal ini juga berlaku pada pidato Presiden Soeharto yang disampaikannya tanggal 4 Januari 1996 yang lalu untuk menyampaikan RAPBN Tahun 1996/1997 di depan Rapat Paripurna DPR kita.         Bagi banyak kalangan  RAPBN 1996/1997  mendapat  tanggapan yang positif.  Tercerminnya upaya-upaya mengurangi ketergantungan dari pihak "luar" dan naiknya nominal anggaran merupakan dua point penting yang secara akumulatif akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan negara kita di masa mendatang;  setidak-tidaknya dalam periode tahun anggaran 1996/1997. Berkurangnya ketergantungan ter-hadap pihak luar tentu akan menaikkan kredibilitas pembangunan; sedangkan naiknya anggaran diharapkan mampu mempertinggi kuantitas pembangunan, dan sudah barang tentu dengan kualitasnya.       Seperti diketahui apabila dibandingkan dengan  APBN 1995/1996 yang baru saja berakhir,  yaitu sebesar 78,02 trilyun rupiah, maka RAPBN 1996/1997,sebesar 90,62 trilyun rupiah, mengalami kenaikan yang berarti; yaitu mencapai 16 persen lebih. Apabila kita bandingkan dengan tahun lalu  maka angka kenaikan tersebut ternyata lebih tinggi. Tahun lalu RAPBN 1995/1996 mencapai 78,02 trilyun rupiah, yang berarti nilai kenaikannya "hanya" 11 persen bila dibandingkan dengan APBN 1994/1995 yang besarnya 69,75 trilyun rupiah.       Bahwa RAPBN 1996/1997 akan mengalami kenaikan memang su-dah banyak diprediksi oleh para pengamat pembangunan dan ekonomi kita; akan tetapi tentang nilai kenaikannya yang mencapai di atas 16 persen memang tidak semua pengamat mampu memprediksikannya.

Copyrights © 1996