ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2006: HARIAN KOMPAS

REVITALISASI PENDIDIKAN NASIONAL

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Apr 2010

Abstract

Bangsa yang maju adalah bangsa yang baik pendidikannya; bangsa yang jelek pendidikannya tidak akan pernah menjadi bangsa yang maju. Inilah pernyataan simpatik Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pidato memperingati Hari Anak Nasional di TMII Jakarta bebe-rapa waktu yang lalu.          Apakah pendidikan nasional kita sudah baik? Jujur saja belum! Ini kalau dibandingkan dengan negara-negara manca pada umumnya. Dari 169.000-an SD dan MI di Indonesia hanya 8 sekolah, dari 32.000-an SMP dan MTs hanya 8 sekolah, dan dari 16.000-an SMA dan MA hanya 7 sekolah yang diakui kualitasnya oleh The International Baccalaureate Organization (2005). Di tingkat pendidikan tinggi, dari 100 perguruan tinggi terbaik di Asia (dan Australia) versi Shanghai Jiao Tong Univer-sity (2005) ternyata tidak satu pun yang berasal dari Indonesia.          Bukankah siswa SD kita baru saja menggondol medali emas dalam Primary Mathematics World Contest (PMWC) di Hong Kong bulan Juli 2006 lalu? Bukankah siswa SMP kita menjuarai The 2nd International Junior Science Olympiad (IJSO) di Yogyakarta akhir tahun 2005 lalu? bukankah siswa SMA kita bulan lalu menjuarai International Physics Olympiad (IPhO) di Singapura?          Itu semua harus kita akui sebagai prestasi emas yang tak mudah meraihnya, dan harus kita syukuri; namun harus diingat bahwa hal itu tidak mencerminkan kualitas pendidikan nasional kita. Dengan tetap menghargai kerja keras Depdiknas akhir-akhir ini, kita harus menyadari bahwa pendidikan nasional kita memang masih banyak ?bolong-bolong? di sana sini sehingga perlu direvitalisasi.

Copyrights © 2006