ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1989: HARIAN WAWASAN

SEKOLAH-SEKOLAH YANG HAMPIR "TAMAT"

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2010

Abstract

       Sungguh mengenaskan ......! Itulah kesan pertama terhadap "sekolah-sekolah peralihan" yang pada tahun ajaran baru ini tidak mendapatkan siswa baru dalam jumlah yang memadai.  Meskipun tidak seluruh sekolah peralihan mengalami nasib yang buruk, akan tetapi sekolah-sekolah tersebut umumnya belum beruntung dapat "dilabuhi" oleh nasib yang baik.       Seperti telah kita ketahui bersama beberapa waktu yang lalu Depdikbud mengambil kebijakan untuk mengadakan refungsionalisasi atau alih fungsi terhadap Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Sekolah Guru Olahraga (SGO). Hal ini terpaksa dilakukan karena adanya kejenuhan lulusan sekolah keguruan tersebut atas kesem-patan kerjanya.       Alih fungsi SPG/SGO tersebut dipandang merupakan "the best alternative",  meski bukan  merupakan "perfect solution". Kiranya hal ini wajar-wajar saja; pilihan yang terbaik  memang tidak selalu merupakan jalan keluar yang paling sempurna.       Bagian  dari ketidaksempurnaan tersebut nampaknya benar-benar dapat dan telah kita "nikmati" bersama saat ini;  yaitu  dengan banyaknya sekolah-sekolah peralihan yang mengalami kekurangan peminat.  Bukan saja siswa baru yang sedikit jumlah-nya,  tetapi untuk mengejar "minimum quantity line" saja banyak yang tidak sanggup.

Copyrights © 1989