ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1989: HARIAN WAWASAN

SMP TERBUKA YANG MENJADI PILIHAN (2)

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2010

Abstract

       Salah satu pertanyaan yang cukup sering dilontarkan oleh masyarakat berkisar pada masalah kurikulum yang diaplikasikan pada SMP Terbuka; apakah kurikulumnya sama dengan kurikulum SMP biasa (reguler) ataukah mempunyai kurikulum yang spesifik.       Kurikulum yang dipakai oleh SMP Terbuka adalah persis sama dengan kurikulum pada SMP reguler; sedangkan yang berbeda adalah cara menyampaikan kurikulum tersebut kepada anak didik, atau lebih tepat dikatakan perbedaannya terletak pada cara pengajarannya. Kurikulum pada SMP reguler disampaikan secara konvensional (klasikal), sedangkan kurikulum pada SMP Terbuka disampaikan secara nonkonvensional.       Para siswa SMP Terbuka tidak dikenakan tatap muka langsung dengan gurunya sebagaimana yang terjadi pada siswa SMP reguler;  tetapi mereka bebas belajar menurut waktu luang mereka masing-masing, atau menurut kesepakatan yang terjadi antara dirinya dengan anggota kelompok belajarnya.       Apabila dalam satu daerah tertentu terdapat beberapa siswa SMP Terbuka yang tempat tinggalnya saling berdekatan maka kepada mereka dibentuklah kelompok belajar. Setiap 5 s/d 20 anggota kelompok belajar dibimbing oleh seorang guru pembimbing yang tidak harus berkualifikasi penuh sebagai guru SMP.  Guru pembimbing merupakan tokoh masyarakat yang dipandang memiliki kemampuan membimbing; misalnya saja mantan guru, guru SD, camat,  kepala desa, kepala lurah, mahasiswa, pensiunan ABRI, dan sebagainya.

Copyrights © 1989