ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1995: HARIAN SURABAYA POS

DESENTRALISASI PENDIDIKAN BELUM SAATNYA DILAKUKAN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Jun 2010

Abstract

       Salah satu anggota DPR kita, Sri Bintang Pamungkas, baru-baru ini mereaktualisasi isu sentralisasi dan desentralisasi pendidikan di negara kita. Menurutnya,  sudah saatnya pelaksanaan pendidikan di Indonesia dilakukan secara desentralisasi karena negara kita terlalu luas dan terlalu beragam sehingga tidak mungkin dapat ditangani lagi dengan efektif secara sentralistis oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) di Jakarta.          Lebih lanjut Sri Bintang menyatakan bahwa model sentralisme itu berat dan sulit membantu pengembangan kemampuan sumber daya manusia serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang justru sangat strategis untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa. Sentralisme itu mengandung bahaya;  yaitu ketika satu kebijakan pusat keliru maka seluruh negeri akan menanggung kekeliruan tersebut. Di samping itu sistem sentralisasi acapkali menimbulkan ketidak-adilan dalam prakteknya;  misalnya ketika anak-anak atau siswa dari Maluku dan Irian Jaya yang harus bersaing dengan anak-anak atau siswa dari Jawa dalam kompetisi UMPTN.          Itulah gagasan kreatif yang sedang dipikirkan oleh Sri Bintang; dan dengan banyaknya kelemahan-kelemahan pada sistem sentralisasi tersebut pada akhirnya beliau berpendapat agar kita segera mengakhiri era sentralisasi dan mulai menapak pada era desentralisasi.

Copyrights © 1995