Konon sekarang ini Rektor IKIP Negeri Yogyakarta, Arma Abdoellah, sedang prihatin menghadapi lulusan yang nilainya menunjukkan grafik yang menurun. Dalam periode tertentu akhir-akhir ini terasa makin sulit mendapatkan lulusan dengan predikat 'dengan pujian', sebaliknya justru semakin gampang mendapatkan lulusan dengan predikat 'tidak keberatan'. Keprihatinan tersebut bertambah manakala ditemui data empirik tentang relatif kecilnya mahasiswa kandidat sarjana yang menulis karya ilmiah berupa skripsi. Ilus-trasinya sbb: dari sebanyak 659 lulusan IKIP Negeri Yo-gyakarta periode Agustus 1990 s/d Agustus 1991 ternyata hanya 263 (39,91%) di antaranya yang mempunyai IP komula tif 2,50 ke atas dan menulis skripsi (KR, 8/9/91). Yang lainnya? Kiranya lebih suka menempuh jalur kuliah atau jalur nonskripsi yang oleh sebagian lulusan dikomentari sebagai jalur "rakyat" karena banyaknya mahasiswa calon sarjana yang memilih jalur ini. Berangkat dari realitas tersebut di atas Pak Arma berpendapat seluruh mahasiswa diwajibkan menulis skripsi sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan.
Copyrights © 1991